Differential Amplifier
1. Pendahuluan [kembali]
Differential Amplifier adalah salah satu komponen dasar dalam elektronika yang memiliki peran penting dalam berbagai aplikasi, mulai dari pemrosesan sinyal hingga penguatan sinyal sensor. Differential amplifier memungkinkan pengukuran perbedaan tegangan antara dua inputnya, yang membuatnya sangat berguna dalam mendeteksi perubahan sinyal atau noise yang berada pada kedua inputnya.
Differential Amplifier membandingkan dua input tegangan dan menghasilkan keluaran yang berbanding dengan perbedaan antara kedua input tersebut. Prinsip dasar dari differential amplifier adalah memperkuat perbedaan antara kedua input, sementara menolak sinyal yang hadir pada kedua input secara bersamaan. Hal ini membuatnya sangat berguna dalam menghilangkan noise atau gangguan umum yang terdapat pada sinyal input.
Differential Amplifier dapat diimplementasikan dalam berbagai konfigurasi, termasuk menggunakan transistor bipolar, MOSFET, atau op-amp (operational amplifier). Konfigurasi yang paling umum adalah menggunakan transistor bipolar atau MOSFET, di mana perbedaan tegangan antara kedua input digunakan untuk mengontrol arus yang mengalir melalui transistor, yang kemudian menghasilkan tegangan keluaran.
2. Tujuan [kembali]
- Mengetahui dan memahami karakteristik Differential Amplifier
- Mampu menjelaskan prinsip kerja Differential Amplifier
- Mampu mengaplikasikan Differential Amplifier pada rangkaian
3. Alat dan Bahan [kembali]
Alat:
1. DC Voltmeter
![]() |
Voltmeter |
![]() |
Voltmeter pada Proteus |
DC Voltmeter adalah alat ukur yang berfungsi untuk mengetahui beda potensial tegangan DC antara dua titik pada suatu beban listriuk atau rangkaian elektronika. Cara penggunaannya disambung paralel dengan komponen yang akan diuji tegangannya.
- Package Type: Available in DO-41 & SMD Packages
- Diode Type: Silicon Rectifier General Usage Diode
- Max Repetitive Reverse Voltage is: 1000 Volts
- Average Fwd Current: 1000mA
- Non-repetitive Max Fwd Current: 30A
- Max Power Dissipation is: 3W
- Max Storage & Operating temperature Should Be: -55 to +175 Centigrade
- A. Spesifikasi :
* Superior weather resistance
* 5mm Round Standard Directivity
* UV Resistant Eproxy
* Forward Current (IF): 30mA
* Forward Voltage (VF): 1.8V to 2.4V
* Reverse Voltage: 5V
* Operating Temperature: -30℃ to +85℃
* Storage Temperature: -40℃ to +100℃
* Luminous Intensity: 20mcd
B. Konfigurasi Pin :
* Pin 1 : Positive terminal of LED
* Pin 2 : Negative terminal of LED
B. Spesifikasi
- Standard 130 Type DC motor
- Operating Voltage: 4.5V to 9V
- Recommended/Rated Voltage: 6V
- Current at No load: 70mA (max)
- No-load Speed: 9000 rpm
- Loaded current: 250mA (approx)
- Rated Load: 10g*cm
- Motor Size: 27.5mm x 20mm x 15mm
- Weight: 17 grams
- Trigger Voltage (Voltage across coil) : 12V DC
- Trigger Current (Nominal current) : 70mA
- Maximum AC load current: 10A @ 250/125V AC
- Maximum DC load current: 10A @ 30/28V DC
- Compact 5-pin configuration with plastic moulding
- Operating time: 10msec Release time: 5msec
- Maximum switching: 300 operating/minute (mechanically)
• Tegangan kerja: DC 3.3-5V
• Sensitivitas yang Dapat Disesuaikan
• Dimensi: 32 x 17 mm
• Indikasi keluaran sinyal
• Output sinyal saluran tunggal
• Dengan lubang baut penahan, pemasangan yang mudah
• Mengeluarkan level rendah dan sinyal menyala ketika ada suara
• Output berupa digital switching output (0 dan 1 high dan low)
- Catu daya pemanas : 5V AC/DC
- Catu daya rangkaian : 5VDC
- Range pengukuran : 200 - 5000ppm untuk LPG, propane 300 - 5000ppm untuk butane 5000 - 20000ppm untuk methane 300 - 5000ppm untuk Hidrogen
- Keluaran : analog (perubahan tegangan)
- Pin 1 merupakan heater internal yang terhubung dengan ground.
- Pin 2 merupakan tegangan sumber (VC) dimana Vc < 24 VDC.
- Pin 3 (VH) digunakan untuk tegangan pada pemanas (heater internal) dimana VH = 5VDC.
- Pin 4 merupakan output yang akan menghasilkan tegangan analog.
- Pengatur Waktu Jeda : Digunakan untuk mengatur lama pulsa high setelah terdeteksi terjadi gerakan dan gerakan telah berahir. *
- Pengatur Sensitivitas : Pengatur tingkat sensitivitas sensor PIR *
- Regulator 3VDC : Penstabil tegangan menjadi 3V DC
- Dioda Pengaman : Mengamankan sensor jika terjadi salah pengkabelan VCC dengan GND
- DC Power : Input tegangan dengan range (3 – 12) VDC (direkekomendasikan menggunakan input 5VDC).
- Output Digital : Output digital sensor
- Ground : Hubungkan dengan ground (GND)
- BISS0001 : IC Sensor PIR
- Pengatur Jumper : Untuk mengatur output dari pin digital.
Keterangan:
- 5V – VCC Vibration
- GND – GND Vibration, GND LED
- D2 – Pin Data Vibration
- D3 – Kaki resistor
- Kaki resistor – Anoda LED
4. Dasar Teori [kembali]
- Apabila coil diberikan arus listrik, maka akan timbul gaya elektromagnetik yang dapat menarik armature untuk merubah switch contact point.
- Apabila coil tersebut sudah tidak dialiri arus listrik, maka Armature akan kembali lagi ke posisi Normally Close.
- Umumnya, coil yang digunakan oleh relay untuk mengubah switch contact point ke posisi NC hanya membutuhkan arus listrik yang kecil.
- HIGH (tinggi) dan LOW (rendah)
- TRUE (benar) dan FALSE (salah)
- ON (Hidup) dan OFF (Mati)
- 1 dan 0
1. Tegangan Operasi: 3.3V ke 5V DC
2. Operasi Saat Ini: 15mA
3. Menggunakan sensor getaran tipe SW-420 yang biasanya tertutup
4. LED menunjukkan output dan daya
5. Desain berbasis LM393
6. Mudah digunakan dengan Mikrokontroler atau bahkan dengan IC Digital/Analog normal
7. Dengan lubang baut untuk pemasangan yang mudah
8. Kecil, murah dan mudah didapat
Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah getaran listrik menjadi getaran suara getaran listrik menjadi getaran suara. Pada dasarnya prinsip kerja buzzer hampir sama dengan loudspeaker, jadi buzzer juga terdiri dari kumparan yang terpasang pada diafragma dan kemudian kumparan tersebut dialiri arus sehingga menjadi elektromagnet, kumparan tadi akan tertarik ke dalam atau keluar, tergantung dari arah arus dan polaritas magnetnya, karena kumparan dipasang pada diafragma maka setiap gerakan kumparan akan menggerakkan diafragma secara bolak-balik sehingga membuat udara bergetar yang akan menghasilkan suara. Buzzer biasa digunakan sebagai indikator bahwa proses telah selesai atau terjadi suatu kesalahan pada sebuah alat (alarm).
5. Percobaan [kembali]
a. Prosedur Percobaan [kembali]
- Untuk membuat rangkaian ini, pertama, siapkan semua alat dan bahan yang bersangkutan, di ambil dari library proteus
- Letakkan semua alat dan bahan sesuai dengan posisi dimana alat dan bahan terletak.
- Tepatkan posisi letak nya dengan gambar rangkaian
- Selanjutnya, hubungkan semua alat dan bahan menjadi suatu rangkaian yang utuh
- Lalu mencoba menjalankan rangkaian , jika tidak terjadi error berarti rangkaian bekerja
b. Gambar Rangkaian dan Prinsip Kerja [kembali]
![]() |
Rangkaian Differential Amplifier |
Prinsip Kerja:
Ketika kaki non inverting dan inverting pada op-amp dihubungkan dengan tegangan input, maka tegangan output dari op-amp adalah selisih dari tegangan output non inverting dan inverting. Yaitu dengan cara menghitung tegangan output dari tegangan input inverting yang dimana pada kaki non inverting dihubungkan dengan ground. Lalu menghitung kembali tegangan output dari tegangan input non inverting yang dimana pada kaki inverting dihubungkan dengan ground.
6. Download File [kembali]
- Download rangkaian Differential Amplifier [download]
- Download rangkaian Aplikasi Differential Amplifier [download]
- Download Vidio Simulasi Rangkain Differential Amplifier [download]
- Download Vidio Simulasi Aplikasi Differential Amplifier [download]
- Library Gas Sensor [download]
- Library PIR Sensor [download]
- Library Sound Sensor [download]
- Library Vibration Sensor [download]
- Library Flame Sensor [download]
- Datasheet UV Sensor [download]
- Datasheet Gas Sensor [download]
- Datasheet Temp Snsor [download]
- Datasheet PIR Sensor [download]
- Datasheet Vibration Sensor [download]
- Datasheet Sound Sensor [download]
- Datasheet DC Motor [download]
- Datasheet Fan DC [download]
- Datasheet Op-Amp [download]
- Datasheet Buzzer [download]
- Datasheet LED [download]
- Datasheet Transistor [download]
- Datasheet Relay [download]
- Datasheet Diode [download]
- Datasheet Battery [download]
- Datasheet Resistor [download]
Komentar
Posting Komentar